Hahaahaa.. suami saia ketawa waktu dengar prof ganti tujuan tempat seminar.. yang semula di port dickson menjadi di melaka…walah.. sudah seneng2 mau ke port dickson, ternyata kembali ke bangunan merah melaka…
ini yang ke tiga kali nya saya kesini, tapi gak papalah.. lumayan menambah perbendaharaan photo-photo saia di melaka…
kami berangkat kemelaka tanggal 1 juni dalam rangka seminar pars.. tentang kegiatan seminarnya bisa diliat di kegiatan seminar,
salah satu rangkaian dari kegiatan tersebut adalah tour ke kawasan wisata melaka.. maka jadilah saya hari itu kembali jalan2 ke kawasan merah melaka, yang menurut suami saya mirip dengan benteng kuto besak nya palembang
tapi sekali ini, saya akan mencicipi naik menara taming sari.. lumayan lah, dari pada gak ada pengalaman baru… sebab 2 kali sebelumnya kesini gak pernah naik.. karena harganya yang lumayan mahal untuk permainan yang segitu aja…Rm 20 atau setara dengan lebih kurang 60ribu.. yang kalo hari biasa didufan dengan 80rb kita bisa main sepuas-puasnya
ini photo2nya :
Ini gambar waktu naik menara taming sari.. dari saat menunggu, mulai naik, photo dari atas sampai selesai dan photo dipelataran menara.. menara taming sari termasuk simbol pariwisata kota melaka…. taming sari seperti kapsul yang naik ke menara, tinggi menara sekitar 100 meter, tapi ketinggian kapsul maksimal naik sejauh 80 meter saja..




